Tempat Belajar Linux

Belajar, diskusi, dan sharing ilmu Linux bersama KaplingLinux

Mengatur file dengan menggunakan shell

October 11th, 2008 · No Comments

Setelah kamu mengetahui cara menggunakan command line, mengetahui posisi kamu sekarang berada di directory mana, dan cara menampilkan file pada directory, kami akan menunjukkan bagaimana cara mengatur file dengan menggunakan shell. Untuk memulai buka program terminal kamu dan ketikkan perintah berikut ini

touch foo

mkdir bar

Command pertama akan membuat file kosong dengan nama ‘foo’. Hal ini sangat berguna jika kamu menjalankan web server bersamaan dengan web application, dan diminta untuk membuat sebuah file dengan nama tertentu untuk membuktikan bahwa kamu memiliki hak untuk menginstall aplikasi tersebut. perintah kedua digunakan untuk membuat directory dengan nama ‘bar’. Jika kamu ingin memastikan bahwa command ini bekerja, kamu dapat menggunakan command yang telah kamu pelajari pada edisi sebelumnya untuk melihat daftar file/directory pada working directory. Sekarang kita memiliki sebuah file dan directory yang akan digunakan untuk latihan, ini waktunya melakukan sesuatu dengan file dan directory tersebut. Hal pertama yang akan dilakukan adalah membuat copi dari file atau directory tersebut dengan mengetikkan perintah berikut

cp foo foo2

Perintah ini akan mengcopy file ‘foo’ menjadi ‘foo2′. Sekarang mari kita pindahkan file ‘foo2′ pada directory ‘bar’ dan pada waktu bersamaan mengubah nama file tersebut menjadi ‘foo’. Untuk melakukan hal ini, kita menggunakan perintah mv.

$mv foo2 bar/foo

Perhatikan bagaimana kamu dapat menggunakan perintah mv untuk mengubah nama file, dan pada waktu bersamaan memindahkan file tersebut. Jika kamu hanya menginginkan memindahkan file ‘foo2′ pada directory ‘bar’ tanpa mengubah nama file tersebut, kamu dapat mengetikkan salah satu perintah berikut ini

mv foo2 bar/

mv foo2 bar/foo2

Karena kamu tidak mengubah nama file tersebut, kamu tidak perlu menambahkan nama file pada directory. Tetapi kamu juga dapat menambahkan nama file, jika kamu ingin memastikan bahwa segala sesuatu berjalan lancar. Kamu harus berhati-hati ketika menggunakan perintah mv dan cp, karena perintah ini akan melakukan overwrite file yang kamu miliki. Hal ini tidak bermasalah dengan file yang digunakan dalam latihan ini, tetapi ketika kamu menggunakan file sesungguhnya, hal ini dapat menimbulkan masalah. Untuk hal terbaik sebaiknya kamu membackup sebelum kamu berinteraksi dengan file menggunakan command line, hal ini dimaksudkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Jika kamu ingin diberi suatu peringatan ketika perintah command yang kamu gunakan akan melakukan overwrite pada suatu file, gunakan i-switch. Contoh :

cp -i foo bar/

Jika sebelumnya kamu sudah menjalankan perintah ‘mv foo2 bar/foo’, kamu akan diberi semacam peringatan untuk memastikan bahwa kamu benar-benar ingin melakukan overwrite pada file tersebut. Terdapat beberapa option lainnya yang berguna yang dapat ditemukan pada man page. Satu yang mungkin kamu inginkan adalah -v, dimana perintah ini akan menujukkan semua file yang dicopi atau dipindahkan. Kamu juga dapat menggunakan wildcard untuk melakukan copi atau memindahkan beberapa file sekaligus.

mkdir new-directory/

mv bar/* new-directory/

Perintah ini akan memindahkan semua file dari bar/ ke new-directory/. Jika kamu ingin memindahkan directorynya juga, tidak hanya isi file dan subdirectory di dalam directoy tersebut, gunakan perintah yang sama, dengan pengecualian tidak menggunakan ‘*’.

Akhirnya, mari hapus semua contoh file dengan menggunakan perintah rm.

rm -rf bar/

rm -rf new-directory/

rm foo

Menggunakan rm dengan -rf menyebabkan rm akan menghapus file dan directory secara rekursif, dan akan menghapus file dan directory tanpa memberi pemberitahuan terlebih dahulu. Biasanya perintah ini digunakan untuk menghapus directory beserta dengan isinya. Berhati-hatilah bahwa kamu benar-benar tidak salah mengetikkan nama directory atau nama file ketika menggunakan perintah rm; jika kamu menggunakan perintah tab dan tidak melihat nama directory atau nama file yang diautocomplete oleh terminal, kamu dapat menghapus sesuatu yang tidak kamu inginkan!. Pastikan bahwa jika seseorang memberikan kamu bantuan dan memberitahu kamu untuk menggunakan perintah rm, kamu tahu apa yang sedang kamu hapus, terutama jika perintah itu dijalankan dengan menggunakan ‘sudo’ didepannya. Jangan lupa untuk membackup semua file atau directory yang penting, meskipun kamu beranggapan bahwa kamu tidak akan melakukan apapun terhadapnya

Artikel ini diambil dari section Command and Conquer dari majalah Full Circe Magazine edisi ke-16. Diterjemahkan oleh Indra Budi Trisno.

share save 120 16 Mengatur file dengan menggunakan shell

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Tags: Full Circle Magazine

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment